NusamandiriNews, Depok – Pembukaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif dan inovatif yang berdampak bagi masyarakat. Secara nasional, penerimaan proposal PKM telah dibuka sejak 9 Maret hingga 9 April 2026, memberikan kesempatan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam program bergengsi tersebut.
Menindaklanjuti hal tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui Nusa Mandiri Innovation Center (NIC) menyiapkan berbagai bentuk pendampingan bagi mahasiswa. Salah satunya melalui kegiatan Coaching Clinic PKM, yang ditujukan bagi mahasiswa yang sedang menyusun proposal untuk mengikuti program tersebut.
Baca juga: PKM 2026 Resmi Dibuka, UNM Dorong Mahasiswa Lahirkan Inovasi dan Karya Berdampak
UNM Gelar Coaching Clinic PKM 2026
Kegiatan ini bertujuan membantu mahasiswa memahami strategi penyusunan proposal PKM yang baik dan sesuai pedoman. Mulai dari penentuan ide, penyusunan latar belakang, metode pelaksanaan, hingga perencanaan anggaran biaya, seluruh aspek penting dalam proposal akan dibahas secara komprehensif dalam sesi pendampingan ini.
Kepala Nusa Mandiri Innovation Center, Fitra Septia Nugraha, menjelaskan bahwa coaching clinic menjadi bagian dari strategi universitas dalam meningkatkan kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Melalui coaching clinic ini, mahasiswa akan mendapatkan arahan langsung mengenai strategi menyusun proposal PKM yang baik dan sesuai pedoman. Kami berharap pendampingan ini dapat membantu mahasiswa menghasilkan proposal yang lebih matang, inovatif, serta memiliki peluang lebih besar untuk lolos pendanaan nasional,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (12/3).
Selain mendapatkan pembekalan teknis, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan dosen pembimbing terkait ide yang akan diusulkan dalam proposal PKM. Hal ini diharapkan dapat memperkuat konsep serta meningkatkan kualitas rancangan program yang diajukan.
PKM sendiri merupakan program nasional yang dirancang untuk mendorong mahasiswa menghasilkan karya kreatif dan inovatif melalui berbagai skema kegiatan, seperti riset, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, hingga pengembangan teknologi. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, kolaborasi tim, serta problem solving terhadap permasalahan nyata di masyarakat.
Dalam mekanismenya, mahasiswa yang ingin mengikuti PKM harus membentuk kelompok yang terdiri dari tiga hingga lima orang mahasiswa dan didampingi oleh seorang dosen pembimbing. Proposal yang telah disusun kemudian akan melalui proses validasi internal perguruan tinggi sebelum diajukan ke sistem seleksi nasional.
Baca juga: Ide Keren Tanpa Format? PKM Bisa Jadi Sekadar Wacana
Dengan adanya program pendampingan seperti coaching clinic, Universitas Nusa Mandiri berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu menghasilkan proposal PKM berkualitas dan memiliki peluang besar untuk lolos dalam pendanaan nasional.
“PKM merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi berbasis riset dan kreativitas. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Fitra.
Melalui dukungan dan pembinaan yang berkelanjutan, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa untuk aktif berinovasi dan berkompetisi di tingkat nasional, sekaligus menghasilkan karya yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat.









